Realita Dunia Kuliah, Kerja, dan Bisnis
Mungkin ini materi paling berat yang pernah gua tulis di blog ini. Gua bukan orang yang kompeten dalam ketiga dunia diatas makanya itu gua cuma menuliskan ketiganya berdasarkan sudut pandang gua aja.
Dunia kuliah,
Dunia dimana anda dapat menentukan kebebasan anda secara bertanggungjawab. Mao kuliah yah silakan, mao TA (titip absen) juga OK hehehehe… Dunia dimana perubahan sosial dapat terjadi dan idealisme tumbuh subur di dunia ini, belum lagi semua budaya berkumpul jadi satu ditempat yang bernama kampus ini. Sebuah tempat yang menyenangkan untuk belajar hidup bermasyarakat apalagi ketika anda harus tinggal di kost beserta saudara2 perantauan dari daerah lain.
Gua sendiri dah menjalani dunia ini sekitar 4 tahun, dah bosen kali gak lulus-lulus. Begadang dah jadi makanan sehari-hari dari mahasiswa. Tugas, Final Project, Praktikum, dll merupakan syarat wajib yang harus dijalanin di dunia perkuliahan. Kalo di dunia ini mungkin dari sisi organisasinya yang menurut gua banyak pembelajaran yang bisa didapetin disini terutama masalah kebersamaan dan persaudaraan.
Disini gak ada bedanya antara orang yang pinter sama yang rata2 asal mereka bisa mengerti tipe dari setiap dosen, dijamin nilai lo bakalan terjamin makanya jangan heran kalo ada orang yang malas dapet ‘A’ dan orang yang pinter malah dapet ‘D’. Thats absurb but its true…..
Oh iya dikampus juga menyediakan pelatihan, workshop, dan seminar yang bagus2 dengan harga mahasiswa makanya disini kita harus pinter2 milih mana yang cocok dengan kebutuhan kita. pokoknya jadi mahasiswa itu banyak enaknya karena mempunyai banyak privillege. Privillege fave gua tentu aja jadi admin di satu komputer khusus untuk TA hahahaha….
Dunia kerja,
Ada yang bilang dunia kerja itu merupakan penerapan dari dunia perkuliahan. Masa begitu? kalo menurut gua memang benar tapi hanya sebagian kecil saja yang digunakan, sisanya adalah kemampuan komunikasi terutama lobbying dan tingkat ke-kreatifan anda dalam menemukan solusi bukan dalam menganalisa masalah. kalo anda bekerja hanya mengandalkan ilmu yang didapatkan, sorry anda gak ada bedanya sama sapi perah perusahaan (terutama pada bidang IT) :p
Gua gak bilang ilmu itu jelek. Semua permasalahan bisa diselesaikan dengan ilmu tapi bukan berarti kita harus fokus menyelesaikan masalah dengan hanya ilmu yang kita dapatkan. masih banyak solusi lain yang bisa digunakan.
Dunia kerja…Dunia antara hak dan kewajiban. Sebuah dunia keprofesionalitasan yang diukur dengan gaji. semakin tinggi tanggung jawab yang anda pegang semakin tinggi pihak perusahaan menuntut anda untuk bekerja atau memberi effort yang lebih dibandingkan dengan orang lainnya yang mempunyai tanggung jawab yang sedikit.
oh iya bedanya antara dunia kuliah dengan dunia kerja adalah di beban mental yang harus ditanggung ketika menyelesaikan masalah. kalo diperkuliahan, selesai gak selesai, dikumpulin dan tinggal nunggu nilai, kalo di dunia kerja selesai gak selesai harus selesai dan sempurna karena anda dibayar untuk itu (kalo menurut gua sih kita dibayar juga untuk dimarahi bos setiap waktu hahahahha….).
Dunia bisnis,
Sebuah dunia yang gak ada hubungannya dengan kedua dunia diatas. Di dunia bisnis tidak ada tuntutan dari pihak manapun, murni dari diri anda sendiri untuk mengambil resiko atas peluang yang telah anda lihat. Ilmu dari dunia ini tidak bisa didapatkan dimanapun, anda harus terjun langsung untuk mendapatkannya.
Mana yang lebih baik : "Pengalaman adalah guru terbaik" atau "Belajar dari kesalahan2 orang yang telah sukses". menurut gua keduanya sama aja baik, keduanya memiliki kekuatan dan kekurangannya masing2. Modal utama seorang pebisnis adalah paradigma berpikir dan keberanian untuk mengambil langkah dan resiko. karena mental seorang pengusaha terbangun dari kegagalan-kegagalan yang dia alami, yang membuat dia semakin mengerti bahwa inilah jalan yang harus dilaluinya untuk mencapai kesuksesan.
sebuah ilustrasi kecil,
Akhir 2005,
Ada sebuah tim bisnis yang sedang berkonsultasi masalah distribusi dari produk mereka, dua orang konsultan menyarankan agar mereka membuka suatu sub-supplier dikotanya (sebuah kota kecil di Jatim) dengan modal sekitar 50 Juta dan mereka harus memutuskan malam itu juga (meeting dilaksanakan pukul 2 tengah malam).
Apa yang terjadi selanjutnya?? Yang pazti satu hal yang gua sadari bahwa diruangan tersebut tidak ada yang namanya atribut mahasiswa, karyawan, bos, pengangguran, dll. Yang ada hanya orang2 yang mencoba merubah hidupnya agar bisa hidup dengan lebih baik lagi, tentunya dengan melewati jalan yang telah mereka yakini.
Pebisnis kecil selalu memikirkan "saya untung berapa bulan ini?", sedangkan pebisnis sejati selalu berpikir "bagaimana bisnis saya bisa terus berjalan?". Yup itulah pelajaran yang gua dapetin malam itu dari 2 orang guru yang sangat luar biasa, yang penghasilan mereka sudah diatas 5 M pertahun ditahun 2005.
Kesimpulan dari artikel diatas. Apapun dunia anda, jalanilah kehidupan anda sesuai dengan dunia yang anda sukai, dunia dimana anda selalu bersemangat untuk menjalaninya.
Dedicated for everyone especially who always excited in exploring a whole new world.
December 25th, 2006 at 8:49 pm
Galih:
Pebisnis kecil selalu memikirkan “saya untung berapa bulan ini?”, sedangkan pebisnis sejati selalu berpikir “bagaimana bisnis saya bisa terus berjalan?”.
P & U:
Memang ada bedanya antara ‘business owner’ dengan ‘entrepreneur’ kalo yang pertama mikirnya bagaimana cara ngejalanin (running) bisnis sehari-hari, dan yang kedua mikirnya bagaimana ngembangin bisnis (ekspansif) dengan cepat…. Tentunya tantangan yang kedua lebih besar, jelas! tapi hasilnya juga besar! kalo sukses… Dan ruginya juga besar… kalo gagal… We’ll that’s challenge!!
December 25th, 2006 at 9:16 pm
Hati-hati lho, Business owner belum tentu punya pikiran seperti pebisnis kecil. Kalo menurut gua sih Business owner sama entrepreneur itu sama aja.
Entrepreneur itu udah pasti Business owner tapi Business owner belum tentu entrepreneur.
Jadi kesimpulannya tetep, bahwa pebisnis kecil (entah itu business owner maupun entrepreneur) hanya mempunyai paradigma jangka pendek yaitu keuntungan per bulan yang didapatkan, sedangkan Pebisnis sejati selalu bisa melihat visi atas bisnis yang sedang dijalankannya dan mengembangkan sistemnya secara terus menerus agar menjadi steady.
Jadi yang membedakan antara pebisnis satu dengan yang lainnya adalah paradigma berpikir dari setiap pebisnis.
August 14th, 2007 at 1:56 pm
Berbisnislah kita di dunia kerja dan kuliah. Bekerjalah kita jgua di dunia kuliah dan bisnis. Dan jangan lupa untuk selalu kuliah di dunia kerja dan bisnis.