Lawan dari cinta

kalo cinta itu sendiri gua rasa dah sering dibahas tapi kalo lawan dari cinta, masih banyak orang yang salah persepsi tentangnya. Ketika ditanya, "apakah lawan dari cinta itu?" banyak orang akan menjawab bahwa lawan dari cinta itu adalah benci.

Apakah memang demikian??

OK, untuk lebih memperjelas keadaaan gua akan kasih ilustrasi sedikit tentang perbedaan antara cinta dan benci, dan satu hal lagi yang banyak dilupakan orang berkenaan dengan keduanya.

case 1
Ada orang tua yang memarahi habis-habisan anak gadisnya karena dia pulang larut malam tanpa alasan yang jelas. atau mungkin ada ayah yang memukuli anaknya karena ketahuan mencuri mangga.

case 2
Ada orang tua yang membiarkan anak gadis pulang maupun keluar larut malam dan ada ayah yang membiarkan anaknya dalam berbuat hal-hal yang tidak baik.

Nah dari kedua kasus itu, ada yang punya kesimpulan?

Pada kasus pertama, apakah orang tua itu benci atau cinta terhadap anaknya? dapatkah anda membedakan antara benci dan cinta? Walaupun sang ayah memukuli anaknya tapi bisakah kita menyimpulkan kalo ayah tersebut benci terhadap anaknya?

kadang kita memang tidak bisa membedakan antara benci dan cinta, karena kedua hal tersebut bersifat relatif sekali (kalo gua lebih suka nyebutnya absurb). Ada orang yang benci dengan seseorang karena dia mencintainya, tapi ada juga orang cinta sama seseorang karena dia membencinya, bingung khan. kalo gak percaya silakan buktiin aja sendiri……

Kalo Benci bukan lawan dari cinta, lalu apa?

Lawan dari cinta adalah ketidakpedulian.

Benci bukanlah lawan dari cinta, karena benci berarti dia masih memikirkan orang tersebut. Tetapi ketidakpedulian merupakan kebalikan dari cinta, karena dia benar-benar tidak peduli terhadap apa yang terjadi dengan orang itu. Lihatlah pada kasus kedua, apakah bisa dibilang kalo orang tua itu sayang terhadap anaknya?

Kalo anda menemui orang yang benci dengan anda, bersyukurlah karena berarti dia masih memikirkan anda. karena kita tidak bisa menilai seseorang hanya karena dia benci terhadap kita, mungkin yang perlu kita lakukan adalah mengubah sudut pandang dalam menyikapinya.

Dedicated to Marc Cherry.

5 Responses to “Lawan dari cinta”

  1. eChA Says:

    bAgHus yA,,

    saYA suKA pEndaPAt kAmu

    ^_^

    ciNta jGn terLaLu di aGungKan
    kRn Tuhan meNcipTaKAn ciNta hNy uTk mEnciNtai Nya..
    jD jGn pRnH tAngiSi ciNta tRhDp hATi sSoRg,, kRn diA Lah yG mNciNtai ciNta yG paTuT uTk diCiNtai seLaManyA..
    jaNgan Lah hNy msLh ciNta yG sLLu aDA dMn,,, ciNta iTu aDa jD tuNggu aja…
    :)

  2. Yuzril Says:

    cinta adalah siksaan yang mengasyikkan……

  3. goz Says:

    masih banyak cinta selain kasus di atas, ada cinta antara karbon dengan oksida? cinta qarun terhadap hartanya? *halah ^^
    good post anyway

  4. Ardita Says:

    bagus juga tulisanmu lih..
    Ngomong2 TA mu gmana? dah beres ta?

  5. Galih Says:

    Alhamdulillah banyak yang respon, padahal ini artikelnya bukan tentang cinta lho…..

    Cuma sekedar memfasilitasi ide aja bahwa ada sesuatu yang banyak orang lupakan tentang kepedulian apalagi kalo menyangkut masalah ketulusan hueheehehe…(jadi tambah aneh ngomongnya).

    TA?? insya Allah untuk saat ini masih ngejar selesenya tahap audit biarin cepet2 masuk ke tahap rekomendasi (TA-ku tuch).

Leave a Reply